Showing posts with label Tips-Trik. Show all posts
Showing posts with label Tips-Trik. Show all posts

Saturday, 20 March 2010

Tips Mencuci Helm Anda Sendiri



Guys kalian pasti Suka bete gara-gara helm-nya bau tapi harus tetap dipakai? Jangan khawatir dicuci saja teman! Kalau nggak ada waktu, boleh menggunakan jasa cuci helm di beberapa tempat. Tapi kita bisa kok bersihin helm sendiri. Mautau caranya? sok diliat urutannya berikut ini





 

1. Untuk visor/kaca helm, cuci dengan menggunakan air dan sabun cair. Gosok dengan telapak tangan (nggak usah pakai lap apalagi sikat). Jangan menggunakan cairan kimia ya! Keringkan dengan kain lap yang lembut dan kering, jangan pakai tissue, nanti sisa-sisanya menempel dan bikin kotor lagi!

2. Busa bagian dalam yg dapat dilepas juga dapat dicuci menggunakan sabun cair atau shampoo (mild soap/shampoo). Hindari menggunakan deterjen, karena dapat merusak lapisan perekat/lem. Juga bisa menimbulkan bau kurang sedap bila tidak dibilas dgn bersih. Jangan direndam terlalu lama! 5-10 menit sudah cukup lah... Kalo mau pake mesin cuci juga boleh, tapi mendingan pakai kantong khusus mencuci

3. Hindari sinar matahari langsung ketika mengeringkan. Trik lainnya bisa pakai hembusan hawa panas dari belakang AC di rumah



4. Lapisan EPS/styrofoam bagian dalam cukup dibersihkan dengan lap dan sedikit air. Hindari menggunakan bahan kimia (alkohol, dll)
 



5. Membersihkan batok/shell helm juga sama seperti membersihkan visor. Gunakan cotton bud atau sikat gigi kecil untuk membersihkan ventilasi helm. Batok/shell helm juga boleh dipoles menggunakan wax atau cairan poles lainnya
 



6.Bersihkan bagian ratchet/engsel/mekanisme kaca helm menggunakan minyak silikon (silicone oil/spray). Silicone oil juga berguna sebagai pelumas mekanisme yg bergerak.


Stop! Jangan Berponsel Ria Saat Berkendara

 

Pelarangan penggunaan ponsel di saat berkendara bukanlah tanpa alasan logis. Dalam sebuah riset bahkan terungkap bahwa sekitar 28% kecelakaan terjadi karena campur tangan ponsel.Angka yang muncul dalam hasil riset National Safety Council ini tentu bukanlah hal sepele. Menurut lembaga tersebut, sebagian besar dari rentetan kecelakaan tersebut atau sebanyak 1,4 juta kejadian terjadi ketika pengemudi tengah melakukan percakapan lewat telepon genggamnya.


Sementara 200 ribu kecelakaan di antaranya terjadi saat pengemudi tengah asyik SMS-an, demikian dikutip dari Washington Post, Senin (18/1/2010).

Sayangnya, memang tidak disebutkan untuk cakupan wilayah mana deretan kecelakaan ini terjadi. Namun dari besaran angka yang dipublikasikan, cukup pantas rasanya berbagai pihak untuk segera turun tangan membereskannya.Lembaga Transportasi Federal Amerika Serikat pun langsung bereaksi melihat kenyataan pedih ini. Kampanye memerangi penggunaan ponsel dalam berkendara pun bakal digalakkan, setelah sebelumnya kampanye serupa sempat digenjot untuk memberantas pengemudi mabuk.

Meski demikian, dikatakan Presiden FocusDriven Jennifer Smith, selaku lembaga yang peduli tentang masalah ini, untuk menghilangkan kebiasaan berponsel saat berkendara adalah hal yang sulit. Pasalnya, alat komunikasi tersebut saat ini bak menjadi kebutuhan wajib setiap orang yang sulit dipisahkan.   

"Sudah banyak orang yang kecanduan ponsel. Untuk itu kami (FocusDriven-red.) hadir, kami akan tunjukkan efek nyatanya, dan setiap orang harus menghadapi kenyataan ini," ujar Jennifer.Sebelumnya, dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Virginia Tech Transportation Institute, diketahui bahwa risiko kecelakaan yang terjadi jika seorang pengemudi asyik SMS-an adalah 23 kali lipat dibandingkan mereka yang tidak 'nyambi'.
Nah, sekarang terserah Anda, masih sayang nyawa kah? Makanya, simpan dulu ponsel Anda ketika berkendara!